أَنِ اغْدُوا عَلَى حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ
68.22. "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya".
[ Al Qalam : 22 ]

Jumat, 25 November 2011

PENGERTIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Pendidikan agama merupakan kata majemuk yang tersusun dari kata “pendidikan” dan “agama”. Dalam kamus umum bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata didik, diberi awalah “pe” dan akhiran “an”, yang berarti “proses pengubahan sikap dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan”.[1] Sedangkan arti mendidik itu adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran) mengenai akhlak dan kecerdasan.[2]
Pendidikan adalah terjemahan dari bahasa Yunani pedagogie yang berarti “pendidikan” dan paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak”. Sementara itu, orang yang tugasnya membimbing dan mendidik dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri disebut paedagogos. Istilah paedagogos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing, memimpin).[3]
S.A Branata, berpendapat seperti yang dikutip oleh Alisuf Sabri Pendidikan ialah usaha yang disengaja diadakan baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung, untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan.[4]
Berpijak dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan sebagaimana dikutip oleh Alisuf Sabri dalam bukunya ilmu pendidikan,"pendidikan adalah usaha sadar dari orang dewasa untuk membantu atau membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak/ peserta didik secara dan sistematis.[5]
Sementara itu, pengertian agama dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu “Kepercayaan kepada Tuhan (dewa dan sebagainya) dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu”.[6]
Pengertian agama menurut Frezer dalam Aslam Hadi yaitu “menyembah atau menghormati kekuatan yang lebih agung dari manusia yang dianggap mengatur dan menguasai jalannya alam semesta dan jalannya peri kehidupan manusia”.[7]
Dan MA Tihami menulis tentang pengertian agama yaitu :
a.         Al-din (agama) menurut bahasa terdapat banyak makna, antara lain al-Tha’at (ketaatan), al-Ibadat (ibadah), al-Jaza (pembalasan), al-Hisab (perhitungan).
b.         Dalam pengertian syara, al-din (agama) ialah keseluruhan jalan hidup yang ditetapkan Allah melalui lisan Nabi-Nya dalam bentuk ketentuan-ketentuan (hukum).
c.         Ketetapan Tuhan yang menyeru kepada makhluk berakal untuk menerima yang dibawa oleh Rasul.
d.        Sesuatu yang menuntut makhluk berakal untuk menerima segala yang dibawa oleh Rasulullah SAW.[8]

Menurut Harun Nasution, ada beberapa pengertian atau definisi tentang agama, yaitu :
a.         Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan ghaib yang harus dipatuhi.
b.         Pengakuan terhadap adanya kekuatan ghaib yang menguasai manusia.
c.         Kepercayaan terhadap pada suatu kekuatan ghaib yang menimbulkan hidup tertentu.
d.        Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul.[9]

Agama adalah aturan perilaku bagi umat manusia yang sudah ditentukan dan dikomunikasikan oleh Allah SWT melalui orang-orang pilihan-Nya yang dikenal sebagai utusan-utusan, rasul-rasul atau nabi-nabi. Agama mengajarkan manusia untuk beriman kepada adanya keesaan dan Supremasi Allah Yang Maha Tinggi dan berserah diri secara spiritual, mental dan fisikal kepada kehendak Allah yakni pesan Nabi yang membimbing kepada kehidupan dengan cara yang dijelaskan Allah.[10]
Dari keterangan dan pendapat di atas dapat diketahui bahwa agama adalah peraturan yang bersumber dari Allah SWT yang berfungsi mengatur kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan Sang Pencipta maupun hubungan antar sesamanya yang dilandasi dengan mengharap ridha Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Sedangkan pengertian Islam itu sendiri adalah “Agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW berpedoman pada kitab suci Al Qur’an, yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT”.[11] Agama Islam merupakan sistem tata kehidupan yang pasti bisa menjadikan manusia damai, bahagia dan sejahtera.



[1] Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Bandung: M2s, 1996), cet. Ke-1, h. 88
[2] Yadianto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, cet. Ke-1, h. 88
[3] Armai Arif, Reformulasi Pendidikan Islam, (Ciputat: CRSD PRESS, 2007), cet. Ke-2, h. 15
[4] H.M. Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya, 1999), h. 5
[5] H.M. Alisuf Sabri, Ilmu Pendidikan, h. 5
[6] Anton M. Moeliono, et. Al, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), cet. Ke-2, h. 9
[7] Aslam Hadi, Pengantar Filsafat Islam, (Jakarta: Rajawali, 1986), cet. Ke-1, h. 6
[8] MA Tihami, Kamus Istilah-Istilah dalam Studi Keilmuan Menurut Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani, (Serang: Suhud Sentrautama, 2003), cet. Ke-1, h. 15
[9] Harun Nasution, Islam di tinjau Dari Beberapa Aspeknya, (Jakarta: UI Press, 1985), cet. Ke -4, h.10
[10] H. Syahrial Sain, Samudra Rahmat, (Jakarta: Karya Dunia Pikir, 2001), h. 280
[11] Anton M Moelinono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), cet. Ke-2, h. 9

Tidak ada komentar:

KALENDER